Secara
umum dalam memilih bibit jamur (jamur tiram, jamur kuping, jamur shitake, jamur
merang, jamur champignon, atau jamur lingzhi), perhatikan criteria sebagai
berikut:
1.
Pilih bibit yang telah teruji. Hal ini bisa
diketahui dari nilai BER (Biological efficiency ratio) jamur. BER jamur tiram
dan jamur lingzhi sekitar 75%, jamur kuping 50-85%, jamur merang 30-35%, jamur
shitake 35-75%, dan jamur champignon 25-40%.
2.
Mencari informasi dari petani yang telah sering
membudidayakan dan mengadakan bibit jamur.
3.
Membeli dari instansi pemerintah atau perusahaan
besar dan yang sudah ternama. Bila memungkinkan, beli yang telah dilegitimasi
atau sertifikasi.
4.
Miseluim berwarna putih telah tumbuh penuh dan
merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata dikhawatirkan pada bagian yang
tidak yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi.
5.
Bibit diketahui waktu pembuatannya sehingga bisa
diprediksi masa kadaluawarsanya.
6.
Mencari referensi dari pengusaha jamur yang telah
berhasil.
Tips Mempertahankan Kualitas Bibit Jamur Tetap Prima
Untuk mempertahankan bibit jamur agar tetap dalam kondisi
prima harus ada perlakuan khusus, yaitu sebagai berikut:
1.
Perlakukan bibit jamur
sesuai dengan kondisi lingkungan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, jamur tiram
membutuhkan lingkungan dengan kondisi suhu pada kisaran 24-29° C, kelembapan
90-100%, intensitas cahaya cukup, dan tidak kena sinar matahari langsung.
2.
Hindarkan bibit jamur dari
kontaminasi mikroorganisme lain yang dapat membahayakan pertumbuhan jamur. Oleh
karena itu, semua aktivitas yang bersentuhan dengan bibit harus dilakukan
secara steril agar bibit jamur tidak terkontaminasi.
3.
Bibit jamur yang sudah
dibuka harus digunakan sampai habis karena mudah terkena kontaminasi.
4.
Bila bibit harus diangkut
dan menempuh jarak yang jauh, pertahankan suhu kelembapan. Hindarkan dari
terjadinya kerusakan wadah bibit karena bisa menjadi pencetus kontaminasi.
Usaha Jamur Kuping
Jamur kuping dapat ditanam di daerah beriklim dingin sampai
panas atau di daerah yang memiliki empat musim. Jamur ini dapat hidup pada suhu
antara 12-35° C, tetapi idealnya akan tumbuh dengan baik pada suhu 20-30° C.
kelembapan lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur kuping sekitar 80-90%.
Di pasaran jamur kuping memiliki prospek yang cukup baik
karena harga jual relative mahal. Oleh karena itu jamur kuping cukup cocok bila
dapat dikembangkan menjadi usaha.
Beberapa jenis jamur kuping yang sering dibudidayakan di
Indonesia biasanya dibedakan berdasarkan warna tubuh buahnya. Berikut ini
beberapa jenis jamur kuping yang banyak dibudidayakan yaitu:
1.
Auricularia yudae (jamur
kuping merah, red jelly, kikurage). Ditandai dengan tubuh buah berwarna
kemerahan dengan ukuran lebih besar dibandingkan jamur kuping hitam.
2.
Auricularia polytricha (jamur
kuping hitam, black jelly, arage kikurage). Ditandai oleh tubuh buah berwarna
keunguan atau hitam dengan lebar 6-10cm.
3.
Tremella fuciformis (jamur
kuping agar, white jelly, siro kikurage). Ditandai dengan tubuh buah yang
berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dan tipis.
A.
Persiapan Bibit.
Bibit
jamur kuping yang akan dibudidayakan tentunya harus bermutu baik sehingga
diperoleh hasil yang optimal ketika panen. Perusahaan jamur skala besar
biasanya memiliki fasilitas untuk membiakkan bibit murni untuk mendapatkan
bibit jamur F1. Namun bila usaha budi daya yang dilakukan skala kecil,
sebaiknya tidak perlu membuat bibit sendiri, tetapi membel.
Sumber: Buku Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga (Yohana Ipuk Sunarmi, Cahyo Saparinto)