Senin, 11 Maret 2013

Dunia Photografi


Tips  Dan Trik
Sebelum memotret Landscape ada baiknya anda mempeajari Tips dan Trik, berikut ini:
1.  Rencana
Rencanakan pemotretan dengan baik apakah itu hari, bulan, bahkan tahun.
2.  Lokasi
Pastikan daerah atau lokasi yang menjadi target pemotretan.
3.  Browsing
Pelajari daerah tersebut entah lewat browsing atau bertanya mengenai keistimewaan, cuaca, suhu udara, keadaan lokasi, transportasi menuju lokasi, dan sebagainya.
4.  Persiapan
Setelah semua informasi didapat, persiapkan segala peralatan yang kita butuhkan. Mulai dari kamera, lensa hingga aksesoris yang lain seperti filter lensa.
5.  Peralatan
Unutk filter lensa mungkin beberapa filter ini sangat membantu untuk menghasilkan foto landscape yang lebih baik, seperti filter ND dengan tipe Gradual 8,64,1000. Lalu filter Warm CPL pun dibutuhkan untuk menghasilkan foto dengan nuansa lebih hangat dengan cahaya yang ada.
6.  Buat Rundown
Buat Rundown pemotretan, kerena dengan adanya rundown, pengaturan waktu (memotret) lebih terarah dan jelas. Karena biasanya dalam satu lokasi, kadang fotografer hanya mengandalkan satu spot.

7.  Datang Lebih Awal
Jangan pernah untuk memburu waktu lebih baik menunggu waktu. Karena jika terburu-buru dengan waktu jangankan mendapat moment yang diinginkan, menempatkan kamera diposisi yang dianggap tepat pun menjadi susah . datang lebih awal adalah lebih baik untuk bisa mendapat spot pemotretan.
8.  Kenali Saat Yang Tepat
Memotretlah pada waktunya, dalam artian setiap detik kondisi akan berubah sedemikian cepat, rekamlah sesuai rasa anda.
9.  Sopan Menjaga Lingkungan
Prinsip pecinta alam jangan pernah meninggalkan sesuatu selain jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali gambar (foto).














Tips memilih dan membeli Bibit Jamur yang baik

Secara umum dalam memilih bibit jamur (jamur tiram, jamur kuping, jamur shitake, jamur merang, jamur champignon, atau jamur lingzhi), perhatikan criteria sebagai berikut:
1.     Pilih bibit yang telah teruji. Hal ini bisa diketahui dari nilai BER (Biological efficiency ratio) jamur. BER jamur tiram dan jamur lingzhi sekitar 75%, jamur kuping 50-85%, jamur merang 30-35%, jamur shitake 35-75%, dan jamur champignon 25-40%.
2.    Mencari informasi dari petani yang telah sering membudidayakan dan mengadakan bibit jamur.
3.    Membeli dari instansi pemerintah atau perusahaan besar dan yang sudah ternama. Bila memungkinkan, beli yang telah dilegitimasi atau sertifikasi.
4.    Miseluim berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata dikhawatirkan pada bagian yang tidak yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi.
5.    Bibit diketahui waktu pembuatannya sehingga bisa diprediksi masa kadaluawarsanya.
6.    Mencari referensi dari pengusaha jamur yang telah berhasil.

Tips Mempertahankan Kualitas Bibit Jamur Tetap Prima
Untuk mempertahankan bibit jamur agar tetap dalam kondisi prima harus ada perlakuan khusus, yaitu sebagai berikut:
1.     Perlakukan bibit jamur sesuai dengan kondisi lingkungan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, jamur tiram membutuhkan lingkungan dengan kondisi suhu pada kisaran 24-29° C, kelembapan 90-100%, intensitas cahaya cukup, dan tidak kena sinar matahari langsung.
2.    Hindarkan bibit jamur   dari kontaminasi mikroorganisme lain yang dapat membahayakan pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, semua aktivitas yang bersentuhan dengan bibit harus dilakukan secara steril agar bibit jamur tidak terkontaminasi.
3.    Bibit jamur yang sudah dibuka harus digunakan sampai habis karena mudah terkena kontaminasi.
4.    Bila bibit harus diangkut dan menempuh jarak yang jauh, pertahankan suhu kelembapan. Hindarkan dari terjadinya kerusakan wadah bibit karena bisa menjadi pencetus kontaminasi.
Usaha Jamur Kuping
Jamur kuping dapat ditanam di daerah beriklim dingin sampai panas atau di daerah yang memiliki empat musim. Jamur ini dapat hidup pada suhu antara 12-35° C, tetapi idealnya akan tumbuh dengan baik pada suhu 20-30° C. kelembapan lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur kuping sekitar 80-90%.
Di pasaran jamur kuping memiliki prospek yang cukup baik karena harga jual relative mahal. Oleh karena itu jamur kuping cukup cocok bila dapat dikembangkan menjadi usaha.
Beberapa jenis jamur kuping yang sering dibudidayakan di Indonesia biasanya dibedakan berdasarkan warna tubuh buahnya. Berikut ini beberapa jenis jamur kuping yang banyak dibudidayakan yaitu:
1.      Auricularia yudae (jamur kuping merah, red jelly, kikurage). Ditandai dengan tubuh buah berwarna kemerahan dengan ukuran lebih besar dibandingkan jamur kuping hitam.
2.     Auricularia polytricha (jamur kuping hitam, black jelly, arage kikurage). Ditandai oleh tubuh buah berwarna keunguan atau hitam dengan lebar 6-10cm.
3.     Tremella fuciformis (jamur kuping agar, white jelly, siro kikurage). Ditandai dengan tubuh buah yang berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dan tipis.
A.   Persiapan Bibit.
Bibit jamur kuping yang akan dibudidayakan tentunya harus bermutu baik sehingga diperoleh hasil yang optimal ketika panen. Perusahaan jamur skala besar biasanya memiliki fasilitas untuk membiakkan bibit murni untuk mendapatkan bibit jamur F1. Namun bila usaha budi daya yang dilakukan skala kecil, sebaiknya tidak perlu membuat bibit sendiri, tetapi membel.



 Sumber: Buku Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga (Yohana Ipuk Sunarmi, Cahyo Saparinto)